Tuesday, June 27, 2017

I could be in the damnedest hell

and feel like in the highest heaven
with you, love

Aku si pembawa sial

yang tak boleh kau pandang
apalagi jamah

Sebab darahku hitam pekat
dan dariku duka merayap

Hatimu akan kurobek
dan ragamu akan hancur

Maka meski aku mengemis cinta
jangan kau sekali-kali iba

Tikam hatiku dengan lidahmu
Usir aku dari hidupmu

Saturday, April 1, 2017

Can we go to the cinema one day?

Let's sit at the back and hold hands
You can lay your head on my shoulder
and my hand on your thigh

We'll kiss for a long, long time
over some cheesy lines
and romantic songs

Maybe we'll leave early
Maybe we'll stay
Nobody will see
No one could say

Let's do it
Let's go to the cinema one day, baby

Saturday, December 31, 2016

Ketika mata bertemu mata...

Ada sebuah rasa yang bergolak: kasih bercampur segelintir nafsu. Membludak bak lava di dalam bumi. Tapi sekonyong-konyong tersekap rapat. Sebab tak boleh terbebas. Sebab dewa-dewa akan murka dan hantu-hantu akan mati. Sebab benang-benang kehidupan akan putus terkikis.

Ada jeda yang begitu adiktif. Seperti sari-sari dedaunan ganja yang merayu setiap bulir darah dalam nadi. Menari dalam dimensi kedap waktu dan cahaya. Sunyi tanpa tempo sekalipun. Betapa misterius. Siapa gerangan pencipta ruang seagung ini? Menembus seribu satu tahun masa penantian yang terombang-ambing. Mengapa harus ada...

Rasa itu menguap. Menyebar. Menjadi samudra kabut nan tebal. Oleh hukum-hukum fiksi yang tak akan pernah terumuskan oleh otak-otak fana, aku menjadi satu denganmu. Sama rasa, sama jiwa. Dan betapa bahagianya hati ini ketika kau melepaskan embun-embun cinta dalam luasnya atmosfir rasamu. Lalu akan kuhirup dalam-dalam. Memenuhi setiap rongga paru-paruku. Bercampur darah dan tulangku.

Ketika mataku menjamah matamu. Terbuailah aku.

Wednesday, November 9, 2016

"I used to think the worst thing in life was to end up all alone. It's not. The worst thing in life is to end up with people who make you feel all alone.” - Robin Williams in World's Greatest Dad (2009)

Wednesday, November 2, 2016

The end is near, my dearest

Can you hear the willows cry
and the rivers are in tears
or have you gone without good bye

The wind is howling
and the sky has turned gray
Are you still listening
or have you sailed away

How do we do this
Where do we start
May I have one last kiss
Or should we just drifted apart

Sunday, August 21, 2016

Terkutuklah waktu

Karena ia tak bisa berpaling ke belakang

Saturday, August 13, 2016

I think you should know

I'm starting to realize
Even without you rivers would still flow
My heart is beginning to rationalize

Mesti kau ketahui
Mulai kusadari nafasku akan tetap menderu
Meski tanpa kehadiranmu
Kepalaku sedang menghasut hati

Friday, August 12, 2016

Sendiri

Sudah kudengar bahasa cinta
Merdu terlahir dari bibir peri-peri
Mereka tinggi rupawan dan jelita
Matanya elok berwarna-warni

Sendiri
Kulihat istananya menyentuh awan
Gemerlap hingga ke ujung dunia
Bukitnya seperti lukisan-lukisan
Sungainya seperti mimpi yang nyata

Sendiri
Sudah kulalui embun-embun putih
Menari anggun dari angkasa
Tamannya cemerlang di bawah matahari
Rembulannya syahdu untuk para ratu dan raja

Sendiri

Monday, February 15, 2016

Saturday, June 14, 2014

Pada suatu hari...


... kutemukan hutan
Yang mereka kira dijadikan liang bagi ular beludak
Pohon-pohon raksasa berembunkan nista
Dan jin-jin hitam berkepala tiga belas adalah penghuninya

Tetapi tidak ada ular disana
Melainkan kelinci-kelinci mungil dan rusa jantan dan betina
Membelaiku dan menidurkanku dengan angin sepoi
Mereka menelanjangiku dan merogoh semua rahasiaku
Sehingga terbebas aku melayang
Tak berbeban
Seperti ruang tanpa waktu
Kedap udara dan suara
Hanya aku

Tidak ada pohon raksasa dan bulir-bulir nista
Sebab mereka memayungiku dan ranting-rantingnya menjadi tilamku
Sari-sarinya diteteskannya ke lidahku
Sehingga aku merasa akan hidup seribu satu tahun lagi lamanya
Hidup tanpa malu
Tanpa derita apalagi rahasia

Jin-jin hitam adalah peri-peri kemilau
Kami bicara bahasa yang sama
Kami tertawa pada canda yang senada
Dan terpukau pada keindahan yang serupa
Kami seperti satu
Saling berbagi dan bercerita
Menemaniku menyusuri setiap rongga pepohonan ini supaya tak tersesat
Rahasiaku menjadi satu dengan rahasiamu

(Hari ini kutemukan ujung pelangi yang mereka kira hutan belaka)

Monday, October 7, 2013

F.P


Seberkas sinar mengintip dari retak kecil pada dinding gua yang dingin
hangatnya menyapa namun hanya untuk seketika
sebab matahari akan tenggelam lagi
dan malam pun akan berkuasa lagi entah untuk berapa lama

Saturday, July 27, 2013

"Kamu akan mati," katanya


Duka menggenang pada matanya
Tetapi tidak pada mataku

Sebab aku sudah firasat
Sebab aku memang sudah mati

Sunday, July 7, 2013

Existence


There are some people in this world
Who are not born to be happy
No matter how hard they try

They may have all that glitters in this world
But never will they feel the warmth of love ever

Because the world needs a balance
And only some people are more deserving to be in paradise

So therefore, my dear
This smile is only for you to see but not to have
Because if you take just a little step closer
Or if I ever dare to cross my line and reach out to you
This mask of glass will crack and break apart
And all you will see is despair
And I will have to put the pieces back together all by myself again
My fingers will bleed again
And my tears will flow again

So please forgive me, love
If I keep my distance
For I am just a mortal
That was not born to cherish happiness

Sunday, June 30, 2013

Untuk parasit


Kembalikan setahun nafasku yang kau buang percuma
Kembalikan peluhku yang kau curi dan perbudak
Kembalikan asaku
Kembalikan imanku

Sebab sudah kau torehkan cacat pada hatiku
Sebab sudah kau racuni raga ini
Sebab sudah kau temukan aku pada kematian
Sebab sudah kau pisahkan aku dari kebahagiaan

Terkutuklah waktu karena ia tak bisa berpaling ke belakang
Sebab ingin kuhapus senyummu yang menyesatkan
Sebab pengetahuanmu membodohkan
Sebab keberadaanmu tak ada gunanya bagiku

Tuesday, April 23, 2013

But not now, not now


I want to see the pink forest
and inhale the beauty of its spring
I can't close my eyes now
Not now, not now

I want to feel the snow on my palms
and freeze into its pure whiteness
I can't let go now
Not now, not now

I want to step on the world's greatest wall
and walk through its thousands of years
I can't stop now
Not now, not now

I can't give in now
Until I have you under the moon, love
and kiss you when the morning comes
Then I shall leave in peace

But not now
Not now

Monday, March 11, 2013

Betapa buta aku


Mengira hidup begitu murah
dan waktu begitu panjang

Kukira tidurku dibuai
dan mimpiku didengar

Kini cakrawala begitu dekat
namun bintang semakin jauh

Udara semakin pekat
dan gelap perlahan mewujud

Raga ini lebur
dan jiwa ini kehilangan asa

Cinta telah menguap
dan aku tinggal menghitung hari

Thursday, July 26, 2012

In Memoriam

Junior
1997 - 25 July 2012

It's been a great journey, buddy.
I am so blessed to ever have the privilege to walk with you.

Wednesday, April 25, 2012

Where it began, where it ended


It is where I said I love you
and you said you miss me
It is where you left me
and I let you go

It is under the same roof where I hugged you
and made you cry
On the same floor where you kissed me
and broke my heart



The walls witnessed our mornings and nights
our laughs and curses
us being fools and clowns
building dreams, sculpting the future

The things we loved and shared
The things we claimed and took back


Somewhere there
maybe by the side of the dusty window
or as you laid down on top of the frameless hay
I hope you were happy
I hope you felt loved

I am blessed to ever walk side by side with you
and thankful for the tenderness
your endless thoughts
your smile


Saturday, February 25, 2012

Hei, kau yang di seberang


Kututup dulu buku hati lalu kukunci dengan asa
Semoga suatu hari nanti boleh kau toreh lagi lembarannya dengan rayuan

Ayunkan lagi lengkung kurva yang seperti senyummu
dan garis yang tajamnya seperti binarmu
Lahirkan kata-kata nan manis seperti ciummu
dan cerita yang hangatnya seperti pelukmu

Sebab telah kau buat aku lunglai pada sapamu yang pertama