Tuesday, September 13, 2011

Kuya,

Kuharap...
Kau lebih bahagia dariku
Tawamu lebih keras dariku
Mimpimu lebih manis dariku
Langkahmu lebih jauh dariku
Kekasihmu lebih baik dari kekasihku

Kuingin hidupmu lebih bermakna dariku
Sebab kau lebih pantas dariku
Jadi boleh kudapat setitik maaf darimu

Friday, September 17, 2010

Sebab dia adalah aku


Darahnya darahku
Nafasku nafasnya

Kami berbagi jiwa
Kami serupa paras

Pahamku darinya
Hidupku olehnya

Maka bila dia diambil
Apalah aku...

(13 September 2010)

Tuesday, March 2, 2010

Lalu datanglah Cinta mencobai ...

... Masuk ke dalam jiwanya perlahan-lahan lalu mematikan lilin hidupnya. Membutakan matanya dan membuatnya tersesat. Anak ini terseret ombak air mata. Tenggelam dalam sesaknya ketidakpastian hidup. Karang-karang menggores tubuhnya. Dia terombang-ambing dalam badai ketakutan.

Anak ini merinding kini. Sebab dunia telah berbalik menindihnya. Terseok-seok dia meniti nasib. Dengan bertopengkan aku sebagai perisainya. Dunia tidak lagi seindah dahulu. Dan hadirlah aku sebagai dia yang bersembunyi.

Sunday, February 28, 2010

I believe in kindness...







I believe in sincerity that warms the world
smiles that rise the sun
and kisses that light the moon

I believe in holding hands and peace
laughter and mothers' love
humanity and mother nature

I know
it's just a flick away inside all of us

Wednesday, February 24, 2010

Sebab dialah Cinta...

... Yang sudah menghujamku dengan asa dan merayuku dengan duri. Membelaiku dengan badai dan mencuri berlian penglihatanku. Dia menyepak kepastian jiwaku dan memasung kepala serta kakiku. Menindih rusukku. Menekan nafasku. Kata-kataku terampas. Tawaku tertampar.

Disini aku bersimbah darah berlinang air mata. Seperti mati yang hidup. Dan disana Cinta menari berselendangkan chandra. Di bawah pelita kehampaanku yang redup.

Tuesday, February 23, 2010

Namanya Cinta...

... Dan betapa aku ingin dia mati. Terlemparlah dia dua ratus juta dan satu tahun cahaya jauhnya dari tapakku. Terkurunglah dia dua ratus juta dan satu macam setan sebagai kekangnya. Seribu satu macam benang menjahit senyumnya dan seratus satu macam deru melunturkan tuturnya. Biarkan gagak mengambil bola matanya. Lepaskan ombak menyeret bahasanya.

Monday, February 22, 2010

Adalah seorang bernama Cinta...

... Dengan mentari sebagai bola matanya dan rembulan adalah bibirnya. Beliung adalah kerlingannya dan sepoi adalah tutur katanya. Senyumnya adalah mutiara dengan pelangi sebagai busurnya. Langkahnya adalah salju dengan kristal sebagai lambaiannya. Cakrawala adalah dia sebagai raga dan samudra sebagai jiwa.