Wednesday, November 9, 2016

"I used to think the worst thing in life was to end up all alone. It's not. The worst thing in life is to end up with people who make you feel all alone.” - Robin Williams in World's Greatest Dad (2009)

Wednesday, November 2, 2016

The end is near, my dearest

Can you hear the willows cry
and the rivers are in tears
or have you gone without good bye

The wind is howling
and the sky has turned gray
Are you still listening
or have you sailed away

How do we do this
Where do we start
May I have one last kiss
Or should we just drifted apart

Sunday, August 21, 2016

Terkutuklah waktu

Karena ia tak bisa berpaling ke belakang

Saturday, August 13, 2016

I think you should know

I'm starting to realize
Even without you rivers would still flow
My heart is beginning to rationalize

Mesti kau ketahui
Mulai kusadari nafasku akan tetap menderu
Meski tanpa kehadiranmu
Kepalaku sedang menghasut hati

Friday, August 12, 2016

Sendiri

Sudah kudengar bahasa cinta
Merdu terlahir dari bibir peri-peri
Mereka tinggi rupawan dan jelita
Matanya elok berwarna-warni

Sendiri
Kulihat istananya menyentuh awan
Gemerlap hingga ke ujung dunia
Bukitnya seperti lukisan-lukisan
Sungainya seperti mimpi yang nyata

Sendiri
Sudah kulalui embun-embun putih
Menari anggun dari angkasa
Tamannya cemerlang di bawah matahari
Rembulannya syahdu untuk para ratu dan raja

Sendiri

Monday, February 15, 2016

Saturday, June 14, 2014

Pada suatu hari...


... kutemukan hutan
Yang mereka kira dijadikan liang bagi ular beludak
Pohon-pohon raksasa berembunkan nista
Dan jin-jin hitam berkepala tiga belas adalah penghuninya

Tetapi tidak ada ular disana
Melainkan kelinci-kelinci mungil dan rusa jantan dan betina
Membelaiku dan menidurkanku dengan angin sepoi
Mereka menelanjangiku dan merogoh semua rahasiaku
Sehingga terbebas aku melayang
Tak berbeban
Seperti ruang tanpa waktu
Kedap udara dan suara
Hanya aku

Tidak ada pohon raksasa dan bulir-bulir nista
Sebab mereka memayungiku dan ranting-rantingnya menjadi tilamku
Sari-sarinya diteteskannya ke lidahku
Sehingga aku merasa akan hidup seribu satu tahun lagi lamanya
Hidup tanpa malu
Tanpa derita apalagi rahasia

Jin-jin hitam adalah peri-peri kemilau
Kami bicara bahasa yang sama
Kami tertawa pada canda yang senada
Dan terpukau pada keindahan yang serupa
Kami seperti satu
Saling berbagi dan bercerita
Menemaniku menyusuri setiap rongga pepohonan ini supaya tak tersesat
Rahasiaku menjadi satu dengan rahasiamu

(Hari ini kutemukan ujung pelangi yang mereka kira hutan belaka)